subakir

subakir

Minggu, 22 Januari 2012

drama musikal untuk anak-anak
























drama musikal untuk anak-anak
TAHUN BARU
Karya  PUTU WIJAYA






















ADEGAN SATU


SET LIMA TEMPAT TIDUR YANG BERJAUHAN. LIMA ANAK TIDUE DI ATASNYA. DI BELAKANG LAYAR-LAYAR PUTIH YANG AKAN MEMANTULKAN BAYANGAN BESAR. BAIK DENGAN SLIDE MAUPUN SILHUET.

MUSIK MERDU DAN MERUANG. DI LAYAR KELIHATAN ADA KAYONAN DAN TERDENGAR SUARA KI DALANG YANG MERDU. TAPI TIBA-TIBA TERDENGAR SUARA LEDAKAN DAN TIBA-TIBA MUNCUL BAYANGAN TANGAN-TANGAN DI LAYANG MENGHANBCURKAN KAYONAN. LALU MUNCUL SILHUET MAHLUK UFO YANG MENYERAMKAN DENGAN EMPAT BUAH TANGAN. IA MEMAKAI CEMETI DAN KEMUDIAN BERSERU.

UFO     
Hai kamu manusia, penghuni dunia,                                      
dengarkan aku penguasa Planet Mars
Angkasa luar terbakar karena ulahmu
Asap pabrikmu merobek lapisan ozon
Matahari gila membetot antareksa
Bulan hangus, bintang jadi debu
Kamu manusia harus menanggung dosa
Perusak kelestarian penghancur harmoni alam
Dunia akan kiamat dalam waktu satu bulan
Semua kamu harus mati, tiada ampun lagi
Harta kamu, senjata kamu, tak ada guna
Kamu akan kering seperti dendeng!
Dunia kiamat dan aku akan berkuasa!
Ha-ha-ha-ha! Hi-hi-hi! Hu-hu-hu!
Haaaaaaacipppppppp!

LANGSUNG ROMBONGAN PENYANYI ROCK DENGAN PAKAIAN ANEH DAN GEMERLAPAN MENYANYI TENTANG KEDATANGAN HARI KIAMAT DENGAN SUARA YANG MERDU TAPI MENGGELEDEK. DAPAT DIPILIH DARI LAGU DKSB YANG SUDAH ADA ATAU DAPAT JUGA DIPAKAI LAGU BARU DENGAN SYAIR INI

DUNIA KIAMAT

Manusia sombong dan banyak tingkah
Ozon berlubang angkasa sudah parah
Hutan diserobot bukit-bukit gundul
Lautan tercemar semua ikan amburadul

Manusia jorok cuma mau untung sendiri
Berlomba kumpul duit kalau perlu mencuri
Moral rusak ibadah tidak peduli lagi
Budaya tinggi tidak berguna lagi

Manusia lupa daratan pikiran waras hilang
Manusia lupa Tuhan bencana akan menghadang
Manusia zaman edan semua rusak diganyang
Manusia nurtad, kiamat pasti akan datang

Kiamat, kiamat, kiamat, alangkah nikmat
Manusia, manusia, manusia akan dilumat
Dunia, dunia, dunia hancurkan cepat
Mars, Mars , Mars pengusasa kuat
         
Manusia lupa daratan pikiran waras hilang
Manusia lupa Tuhan bencana akan menghadang
Manusia zaman edan semua rusak diganyang
Manusia murtad kiamat pasti akan datang

TERDENGAR SUARA LEDAKAN DAN SEPULUH ONDEL-ONDEL BERSELIWERA. SUARA HIRUK PIKUK DAN DI LAYAR NAMPAK SLIDE DUNIA KIAMAT. SUARA SIRINE MELENGKING-LENGKING. DIAKHIRI DENGAN JERITAN KERAS. LALU SEPI.

NAMPAK LIMA ORANG ANAK BERDIRI DI ATAS KAIN PUTIH (SPREI). MEREKA MEMEKIK BERSAMA-SAMA. CAHAYA MEMUSAT DALAM LIMA TEMPAT.

ANAK    
Tolongggggggg! Aku mimpi bertemu UFO. Dunia kiamat aku takut!

ANAK    
dunia hancur badanku masuk kubur manusia jadi dendeng orang tuaku kabur

ANAK    
Raksasa ngamuk, karena kita berdosa. Tolongggg! Dunia akan kiamat kobra.

LALU TERDENGAR SUARA MOTOR-MOTOR. LIMA BUAH MOTOR BERSELIWERAN MENEBARKAN SURAT KABAR-SURAT KABAR DENGAN TUKANG KORAN BERTERIAK-TERIAK. DIALOG DI BAWAH INI DIBAWAKAN OLEH LIMA LOPER YANG MENGENDARAI MOTOR.

LOPER   
Dunia kiamat, cari perlindungan cepat
Dunia kimat, tinggalkan rumah cepat.
Dunia kiamat tinggalkan harta benda cepat.
Dunia kiamat bersiap-siap cepat

PARA PENDUDUK MUNCUL DARI KEDUA SISI PANGGUNG MEREKA MENGEJAR-NGEJAR TUKANG KORAN SAMBIL BERTANYA-TANYA. SEMUANYA TERKEJUT. ADA YANG MENANGIS. ADA YANG PINSAN. DI LAYAR MUNCUL SILUET AYAH DAN IBU BERGANTI BERSERU-SERU.

AYAH    
Tenang-tenang semua! Yang panik pasti rugi

IBU     
Dunia akan kiamat kita harus lari, Tidak perlu pikir panjang lagi

AYAH    
Tenang jangan mau dimakan gossip, ada orang jahat mau merusak nasib

IBU     
Siapa terlambat pasti akan mati. Siapa tidak cepat akan lewat. Lari!

SEORANG PEMIMPIN CEPAT MENGAMBIL CORONG DAN BERSERU.

PEMIMPIN
Tenang!!!!!!!!!! HANsipppppp!  Tolong tenangkan massa!

PARA PERTUGAS DENGAN MEMBAWA SEMPRITAN DAN BENDERA-BENDERA KEMUDIAN MENENANGKAN MASSA. AKHIRNYA SEMUA BERKUMPUL.

PEMIMPIN
Ada apa ini, siapa bilang kiamat? Itu subersiv!

SESEORANG
Anak saya mimpi dunia akan kiamat!

SESEORANG
Anak saya juga mimpi dunia akan hancur!

SEMUA    
Saya juga mimpi dunia akan tenggelam!

PEMIMPIN 
Astaga! Jadi dunia akan kiamat!

PINGSAN.
SEMUA ORANG PANIK. PARA HANSIP BERUSAHA MENENANGKAN ORANG KEMBALI. LALU PEMIMPIN LAIN MUNCUL.

PEMIMPIN     
Tenang, kalau dunia akan kiamat
Kita harus pakai akal sehat
Kita harus bekerja sama
Selamatkan diri bersama-sama,
jangan jalan sendiri-sendiri.
Ambil kendaraan bersama, kita mengungsi
bersama lari bersama mati!
Setuju?

SEMUA    
Setuju!

PEMIMPIN
Lebih baik selamat
Daripada sekarat
Ayo berangkat!

KEMUDIAN SEBUAH GEROBAK BESAR DITARIK DAN SEMUA NAIK KE ATAS SAMBIL MEMBAWA BARANG-BARANG. LALU MEREKA MENDORONG GEROBAK ITU DENGAN SUSAH PAYAH SEPERTI DALAM CERITA WAH.

PENYANYI ROCK MUNCUL LAGI DAN MENYANYIKAN PELARIAN ORANG-ORANG ITU. LIRIK LAGU DI BAWAH INI.

PELARIAN

Kalau dunia akan hancur jangan sendiri
Kalau peradaban akan lenyap jangan sendiri
Kalau kamu masuk kubur jangan pergi sendiri
Kalau kamu ingin selamat jangan menang sendiri

Buangkan rasa tamak masuk ke dalam barisan ini
Buangkan rasa cemas dorongkan nasib kita ini
Buangkan permusuhan bersatu dalam tekad mandiri
Buangkan rasa takut kita akan menyelematkan diri

Taklukkan nasib lawan topan badai
Tahan segala duka telan semua nestapa
Bayangkan segala yang baik kita genjot
Sebrangi neraka yang menghadang ini

Kalau manusia bersatu pasti akan sampai ke tujuan
Kalau manusia bahu membahu pasti kiamat akan tertahan
Buangkan rasa takut manusia adalah mahluk unggul
Buangkan cemas kepercayaan adalah jaminan tanggul

MEREKA TERUS MENDORONG, TETAPI TAK BERHASIL. AKHIRNYA MULAI ADA KETIDAK COCOKKAN. MULAI ADA CAKAR-CAKARAN DI ATAS KENDARAAN. DI LAYAR MUNCUL WAJAH WARTAWAN DAN MENERANGKAN APA YANG SEDANG TERJADI.

WARTAWAN 
Kami laporkan di sini
setelah setuju hendak menyelamatkan diri
dengan gagah perkasa semua lari,
tapi berjalan memerlukan enerji
Banyak orang lelah tak mampu lagi berdiri
Persatuan yang tadinya kukuh mulai goyah
Orang cakar-cakaran, mereka saling menmyumpah
Apakah sengketa sebagian dari kiamat?
Mengapa manusia membenci sesama
Mengapa manusia membunuh manusia
Lihat di sana mnereka saling memangsa

DI ATAS GEROBAK ITU ORANG-ORANG BERKELAHI. AKHIRNYA SEMUANYA JATUH BERGELIMPANGAN. TINGGAL SEORANG WANITA. IA BERDIRI DI ATAS TUMPUKAN ORANG-ORANG ITU DAN MENYANYIKAN SEBUAH LAGU YANG HALUS TENTANG KORAN PEPERANGAN DAN KORBAN PERTIKAIAN.

PERANG

Mengapa manusia mesti bertengkar
Berkelahi membunuh terus bertengkar
Bukankah kita semua saudara
Mengapa membunuh karena berbeda

Mengapa kita tidak lagi bercinta
Memandang sesama dengki dan luka
Bukankah kita pernah berkata
Menanggung segala duka bersama

Aku sedih sengketa ini pedih
Jiwaku lumpuh kehancuran perih
Hentikan badai kuakkan kabut malam
Biarkan bulan menyinari bumi Tuhan

Wahai angin bawalah suaraku
Jangan biarkan damai berlalu
Sambut tanganku, tatap mataku
kalah menang kita harus satu

LALU MASUKLAH PARA PENARI MEMBAWAKAN TARIAN YANG LEMAH GEMULAI. LALU SESEORANG MEMBACAKAN MANTERA-MANTERA. DI LAYAR TERLIHAT KAYONAN. TIBA-TIBA MUNCUL ORANG ASING/PENJAHAT

PENJAHAT
Saudara-saudara dengar suaraku
Dunia akan kiamat, tak ada harapan
Sia-sia selamatkan diri tak ada guna
Pakailah otak jangan pakai dengkul.
Menolak realita itu namanya goblok
Kalau dunia kiamat kita harus senang-senang
Harta tak akan bisa dibawa mati jadi habiskan
Sekarang kesempatan tinggal sedikit, ayo bangkit
Jangan bodoh, nikmati dunia sepuas raga
Kita ke puncak bahagia sebelum terlambat
Kita menghiruo nikmat sampai kenyang
Ayo bergembira, mari hura-hura!

ORANG-ORANG BANGUN LAGI.

SESEORANG
Betul juga mengapa menyerah
Sebelum kiamat kita harus puas

PENJAHAT  
Buat apa susah,
 ayo kita tancap

SESEORANG
Tinggalkan pekerjaan, masuki hura-hura
Bebas dari tugas merdeka dari ikatan

SESEORANG
Buat apa kita sedih,
Sebelum dunia kiamat
Kita nikmati sorga dunia

PENJAHAT  
Hura-hura ha-ha-ha
Kia-kia ha-ha-ha
Terbahak-bahak hak-hak hak

DI LAYAR NAMPAK  ORANG BERDISKO

PENJAHAT  
Buat apa lagi pura-pura,
Semua orang harus berlupa
Ayo tekan kenop tancap gas!
Lalala lalala lalala lalala

Penyanyi ROCK MUNCUL LAGI DAN MENYANYIKAN LAGU SETAN

LAGU SETAN
Hidup sekali jangan lupa nikmati
Buang akal waras mari menari
Kiamat datang sekarang tancap
Hentakkan kaki gebrak ke depan

Hentikan kerja itu tak guna
buat apa harta kalau kamu mampus
Lebih baik mabok reguk kehidupan
melayang tinggi bersama musik rock

Tuangkan api ke dalam gelas
Reguk tegak sampai amblas
Lepaskan birahi biarkan liar
Melenting tinggi ke puncak langit
Lupakan segala ikatan lepaskan
Jiwamu terlontar ke angkasa luar
Bebaskan diri dari segalanya
Nikmati sampai tak ada sisa

Dunia kiamat peduli amat
Asal nikmat aku sikat
Melayang tinggi menembus zenit
Mencapai klimaks aduh amit amit

SUARA MUSIK DISKO, LALU PARA PENARI MENARIKAN TARIAN DISKO. SEMUA MENARI. GEROBOK DIDORONG JAUH-JAUH. SEMUA ORANG MENARI DENGAN HOT. GEROBAK MASUK PENUH DENGAN BARANG-BARANG. PENJAHAT BERDIRI DI ATASNYA DAN MENJUAL BARANG-BARANGNYA.

PENJAHAT (diucapkan seperti menyanyi)
Hallo, hallo perhatian, attantion please
kiamat kobra sudah pasti
Tahun 1990 pasti tak jadi
Buat apa dipikiran lagi
Harta tak bisa dibawa mati.
Keluarkan uang dan harta kamu
Tabanas , deposito juga saku
Barang-barang ini made in luar negeri.
Dijual obral, kalau tak beli rugi
Besok kimat sekarang senang-senang.
Nikmati gelang emas murni 5 kilogram
Mutiara segede bola, intan sebesar telur ayam
Mobil, barang elektronik, rumah mewah diobral
Borong sekarang siapa ketinggalan menyesal

PENJAHAT
Obral obral obral
Beli beli beli
Makan makan makan
Telan telan telan

ORANG-ORANG SEMUA BEREBUTAN BERBELANJA. LEMBAR-LEMBARAN UANG DISERAKKAN.

PENJAHAT
Sambil belanja jangan lupa
makan kenyang itu kewajiban
Minum sampai mabok itu harus
Anggur, wisky dan TKW semua lengkap
Ayo serbu hura-hura-hura

TERDENGAR SUARA MUSIK. PARA PERGAWATI KELUAR MEMBAWAKAN PAKAIAN, SEMENTARA ITU ORANG-ORANG ASYIK BERBELANJA. BEREBUTAN BELANJA. SESEORANG SETELAH MEMBELI BARANG-BARANG LALU MINUM DAN MABOK.

LAGU PEMABOK
Aku tak mau lagi kecewa
Dunia busuk hidupku remuk
Sekarang kumau bebas lepas
Melayang ke langit tanpa batas

Aku tak mau lagi susah
Masa depanku sudah pasrah
Jangan tunggu dunia goyang
Tuang wiski mari melayang

Berontak melompat berteriak menggasak
Berkoar berputar tertawa terbahak
Bernyanyi beraksi menggebrak bersorak
Berderap berdentam berguncang berderak

Lepas kendali nikmati hari
Mabok lepas diri sampai mati
Dahului takdir kalahkan nasib
Putar dunia jangan menyerah

PENJAHAT 
Makan mabok berdansa 
Dunia kiamat, kamu sudah di surga

SEMUA ORANG MINUM. WAKTU INILAH MUNCUL BARANGSAI ATAU REOH PONOROGO MEMBAWAKAN SUASANA RUSAK. DI LAYAR NAMPAK BAYANGAN SETAN. WARTAWAN MEMBERIKAN PENJELASAN.

WARTAWAN  
Semua lupa diri
semua mabok kepayang
Harta manusia ludas
Jiwanya rusak
Diobrak-abrik arus deras

SATU PERSATU JATUH KARENA MABOK. SEMUANYA BERTUMPUK MENJADI ONGGOKAN MANUSIA. DI LAYAR BELAKANG NAMPAK SLIDE-SLIDE PERANG DAN KEHANCURAN.

WARTAWAN
Dunia kiamat sebelum kiamat
Anak-anak tak ada yang mengurus
Semua orang tua sibuk sendiri
kawula muda kurang kasih sayang
Mereka tercampak di jalanan
Tanpa pendidikan tanpa masa depan

KEADAAN MENJADI SEPI. TIHGA ORANG ANAK MENYANYI DI ANTARA ORANG TUYA MEREKA YANG MABOK.

LAGU PROTES

Kami generasi yang disia
suara kami hilang di bising zaman
Ayah dan ibu mencari jalan sendiri
kami ditinggal tanpa pegangan
Ke mana harus berpaling
Ke mana kami harus mencari 
           
Tolonglah kami Tuhan
Berikan arah tujuan
Orang tua salah kaprah
mabok lupa dan menyerah

TIBA-TIBA SALAH SATU ANAK MATI. YANG LAINNYA TERKEJUT LALU MENCOBA MEMAPAH TEMANNYA. MEREKA MENANGIS. MAHASISWA MUNCUL MEMAKAI MOTOR. SATU COWOK DAN SATU CEWEK. MEREKA TERKEJUT.

MAHASISWA 
Hai kamu yunior
Jangan cengeng
Tahun baru datang
Kamu mesti bergirang

ANAK      
Tolong

MAHASISWA 
Jangan takut tenang yunior
Kami pulang dari rantau
Kuliah selesai ijazah di tangan
Sekarang giliran membangun desa

ANAK (KOOR)
Tolong!
Ada bencana, semua lupa
Mimpi buruk membabi buta

TIBA-TIBA DI LAYAR TERLIHAT LAGI WAJAH SERAM. LALU PARA PEDAGANG MUNCUL.

PENJAHAT   
Ayo mahasiswa jangan ketinggalan
Ambil botol tuang minuman
Borong kenikmatan puaskan perasaan
Dunia kiamat mari selamatan

PENJAHAT DATANG MENARI-NARI DENGANM BERLINDUNG DI BALIK ROMBONGAN PENARI DISKO. ANAK-ANAK ITU MULAI TERPENGARUH. MEREKA BERLOMPATANM DARI SEGALA ARAH DAN MULAI IKUT MENARI. MEREKA IKUT LUPA DARATAN.

MAHASISWA 
Astaga ini zaman edan
Wajah setan bertaburan
Pakai kedok kecantikan
Merusak kewarasan pikiran

MAHASISWA  
Orang diajar hidup keenakan
Supaya semua lupa daratan
Pedagang tamak berkedok kawan
Membunuh masyarakat perlahan-lahan

MAHASISWA   
Penjahat zaman sekarang
Pintar bersilat lidah
Dia bilang dunia akan kiamat
Supaya masyarakat ketakutan
Lalu meborong dia punya dagangan
Rakyat miskin dia keenakan.

MAHASISWI   
Ayo selamatkan!
Jangan berpangku tangan!

KEDUA MAHSISWA ITU MENANCAP GAS MOTOR LALU MENYAMBAR ANAK-ANAK ITU SATU PER SATU. PARA PENJAHAT HENDAK MENGEJAR. HAMPIR SAJA DAPAT. TAPI TIBA-TIBA TERDENGAR SUARA GENDERANG. BARISAN DRUM BAND ANAK-ANAK MUNCUL. MEREKA MEMBAWAKAN LAGU PERJUANGAN DAN MELAMBAIKAN BENDERA-BENDERA. PARA PENJAHAT KEMUDIAN LARI. DIBANTU OLEH MAHASISWA DAN ANAK-ANAK ORANG-ORANMG YANG TERBARING DIBANGUNKANM. MEREKA TERKEJUT.
MAHASISWA MENYANNYI.

LAGU KEINSAFAN
Manusia lupa daratan pikiran waras hilang
Manusia lupa Tuhan bencana akan menghadang
Manusia ditelan setan semua mau diganyang
Manusia lupa peradaban kiamat pasti datang

Bangkit semua, jangan hidup dalam rayuan
Buka mata saksikan akal bulus kejahatan
Dunia tidak kiamat bapak dan ibu ditipu
Ini ulah pedagang yang mau menguras doku

Sadar, sadarlah kawan
Hidup, hidupkan kesadaran
Dunia tidakkan kiamat
Terus, teruskan kerja

Singsingkan pikiran, buang racun di kepala
Jangan tergoda oleh racun daru dunia luar
Lupakan kenikmatan utamakan pendidikan
Masa depan tergantung dari anak-anak kalian

MAHASISWA
Bapak-bapak dan Ibu-ibu
Itu semua ulah para penjahat
Mereka mengirimkan sinyal beracun
Ke dalam mimpi kalian
Tidak ada musuh dari planet Mars
Itu hanya tipuan, bohong semua  
Dunia tidak akan kiamat
Tahun 1990 akan tetap datang
    
SEMUA BERSORAK. ORANG TUA DALAM BARISAN. PENJAHAT MUNCUL LAGI DI BAGIAN DEPAN.


PENJAHAT 
Celaka kedok kita ketahuan
Dasar mahasiswa sialan
Ayo tekan kenop keluarkan kesaktian
Hancurkan semua jangan sisakan

PENJAHAT MENEKAN KENOP. TERDENGAER LETUSAN. LALU MUNCUL ASAP. GELAP SEMUA. DALAM KEGELAPAN LALU MUNCUL TOPENG-TOPENG KEPALA BERSELIWERAN. DRUM BAND BERHENTI SEMUA ORANG PANIK DAN BERKUMPUL KETAKUTAN. LALU PERLAHAN-LAHAN TERLIHAT KEPALA BESAR DI LAYAR. SETELAH ITU MUNCUL ROBOT BESAR HENDAK MENGOBRAK-ABRIK ROMBONMGAN DRUM BAND. SEMUA ORANG MENJERIT KETAKUTAN

PENJAHAT TERWATA TERBAHAK-BAHAK.

PENJAHAT 
Rasain sekarang bajingan
Kamu harus minta ampun!
Kecerdikan mengalahkan pengetahuan
Sekarang zaman kenenangan orang edan!

SEMUA    
Ampun ampun!

PENJAHAT 
Kapok tidak?!

SEMUA    
Kapok, kapok!

PENJAHAT MENECARKAN JARING DAN MEMASWUKKAN SEMUA ORANG ITRU KE DALAM JARING. SEMUANYA TAK BERANI MEMBANTAH KARENA TAKUT KEPADA ROBOT.

PENJAHAT 
Ayo minta ampun!

SEMUA    
Ampunnnn!

PENJAHAT 
Bagus! Sekarang minum lagi!
Beli barang-barang lagi
Buat apa simpan uang dunia akan kiamat
Borong semua, sikat cepat!

PENJAHAT KEMBALI MELEMPARKAN BARANG-BARANG KEPADA ORANG-ORANG ITU. KEJADIAN BERULANG KEMBALI. MAHASISWA NAIK MOTOR MENGELILINGI KEJADIAN ITU.

WARTAWAN
Masyarakat kembali masuk perangkap
Para penjahat berkuasa manusia tersekap
Para mahasiswa hanya bisa megap-megap
Mereka hanya mondar-mandir tak punya sikap


MAHASISWA (Lagu Kebangkitan)
Kami diam karena kami terkejut
Kami diam karena kami bersiap
Kami terpikat karena atur siasat
Kami menunggu saat yang tepat
Kalau mereka mabok baru disikat

PENJAHAT TERBAHAk-BAHAK

PENJAHAT
Hore kita menang
Semua kena perangkap
Dunia ini milik kita
Ayo kita bagi rata!

BOLA DUNIA DIANGKAT.

MAHASISWI
ILmu pengetahuan dan ijazah mubazir
Kalau hidup tak subur intan pun hancur

MAHASISWA
Sia-sia aku kami mencari ilmu
Kalau dunia sudah direbut musuh

TIBA-TIBA GELAP HJANYA ADA SEBEKAS CAHAYA. MUNCUL SEORANG TUA DENGAN RAMBUT PANJANG JANGGUT PANJANG MEMUTIH TERSERET_SERET SAMPAI KE TANAH

MAHASISWA
Siapa kamu?

ORANG TUA
Cucuku kamu lupa siapa aku
Aku kakekmu yang selalu menjagamu
Kamu sudah terlalu jauh bergerak
Kamu lupa kamu sebenarnya hebat

Lihat ke belakang pada Borobudur
Pada para pahlawan yang pantang mundur
Kamu bukan bangsa yang gampang hancur
Asal kamu tahu bagaimana harus bertempur

Bukalah tradisi kembali ke dalam pribadi
Terjemahkan segala kebijaksanaan Timur
Taklukkan nasib dengan kesaktian takdirmu
Kiamat ini buatan manusia bukan sabda Tuhan
           
MAHASISWI
Caranya bagaimana?

ORANG TUA
Konsentrasi
Kontemplasi
Jangan aksi
Teguhkan diri
Mantapkan pribadi
Capai jatidiri
Mengabdi pertiwi
Ayo beraksi

ORANG TUA ITU LENYAP. TERDENGAR BUNYI KERAS. KEDUA MAHASIWA ITU MELAKUKAN TARIAN PENCAK/RANDAI. DARI BEBNERAPA JURUSAN MUNCUL PENARI IKUTR MENARI DALAM HENTAK GENDANG YANG DINAMIS. SETELAH ITU TERDENGAR SUARA TEMBANG . KEMUDIAN TERDENGAR SUARA GAMELAN. LALU MUNCUL PARA PENARI SERIMPI LEMAH GEMULAI SAMBNIL MENYERAK-NYERAKKAN TEPUNG. SETELAH ITU TERDENGAR SUARA TEROMPET DANM BARISAN REOH MUNCUL.

KEDATANGAN SEMUA ITU MENYEBABKAN ROBOT ITU JADI LEMAS. IA MABNOK KAREN PENMGARUH SUARA LAGU DAN GERAK-GERIK YANG GEMULAI.

WARTAWAN
Astaga keajaiban tak terduga
Mendengar suara gamelan
Menyaksikan gerak tari yang penuh rasa
Robot yang mengaku penguasa Angkasa itu mencret
Gerakannya kacau, tenaganya lumpuh
Kekalahan sekarang jadi kemenangan
Tradisi yang ditafsirkan dengan tepat
Ternyata adalah kesaktian

ROBOT LEMAS. TERDENGAR SUARA GENDERANG. DRUM BAND HIDUP LAGI. ANAK-ANAK MAJU DAN MENYANYI

LAGU KEMENANGAN
Sekarang kami tahu
Kiamat itu palsu
Tahun 1990 tetap datang
Membangun hidup baru

Sekarang kami tahu
Manusia yang berpribadi
Rajin mengembangkan tradisi
Jatidiri senjata sakti

Seribu hari seribu penjahat
Seribu mimpi seribu kiamat
Harus waspada pada kejahatan
Yang bertopeng mulut rupawan


PENYANYI ROCK MUNCUL SEMUA ORANG BERBARIS

LAGU KEMENANGAN
Jangan biarkan dirimu terlena kawula muda
Bangun hai songsong matahari jangan ternganga
Taklukkan badai langkahkan kaki berderap segera
Hari ini giliran menggebrak jangan terlena
Kekalahan jadikan kemenangan itu pasti bisa
Asal ototmu baja hari depan pasti tiba gembira

SEMUA MENARI BERSAMA-SAMA

WARTAWAN
Tahun Baru yang dikabarkan hilang sudah kembali
Matahari baru 1990 bersinar dan penuh harapan
Hari kiamat hanya bisikan para pejahat
Supaya masyarakat terjebak dan berbuat maksiat
Memboroskan harta, mengosongakan pikiran lalu riongsek
Suapa dia kaya sendiri, itu namanya tamak.
Ternyata mimpi itu mereka pancarkan mengganggu rakyat
Sehingga semua gelisah dan akhirnya membabi buta
Dia bilang dunia kiamat dan musuh dari angkasa datang
Padahal dia sendiri yang ingin menjadi raja diraja

PENDUDUK
Terima kasih mahasiswa
Terima kasih anak-anak
Kamu tak akan pernah lupa
Karena kamu kita selamat

GENDERANG DAN SEMUA BERJEJER MEN YANYIKAN LAGU TAHUN BARU

Sambutlah tahun Yang Baru
Dengan hati yang.......

KEMUDIAN DISUSUL DENGAN LAGU TAHUN BARU YANG TERKENAL ITU. ASAP DAN KEMBANG APU LALU BALON-BALON BERJATUHAN.

2000

Kulihat fajar di balik bayang-bayang malam
bersiap mendorong matahari baru
Mendaki jagatraya untuk menatap bumi
tempatku berpacu dengan hidup yang semakin keras

Kulihat cahayaMu di antara kepingan-keping bintang
meluncur bagai tembakan laser ke segala penjuru
mengusap air mata di setiap muka kami yang kuyu
dan menjanjikan hari baik yang baru

Kulihat kembali tahun-tahun tenggelam dalam kerawanan
Belepotan lumpur yang membetot sepatu dan tangan
Milyardan beban di kepala, pundak dan jiwa
Namun rohku masih menyala jiwaku tak rebah

Seperti di akhir tahun-tahun lalu akan kubuka tangan
Lebarkan dada menerima nasib yang harus kutaklukkan
Sungai kehidupan makin deras melesat ke masa depan
dengan berjuta tantangan baru yang belum kukenal

Sekali lagi kesempatan, sekali lagi hidup mulai
Selimut zaman terkuak jam berkelontang 12 kali
Yang kita miliki lampau yang baru akan bersemi
entah apa akan terjadi, tapi aku masih punya nyali

Tuhan seru sekalian alam,
Di saat yang sakral ini tangan kami bersatu
berpegangan menunggu teka-tekiMU yang baru
Sengketa terlupa, sengsara dan derita tak terasa
Bencana adalah obat perangsang nyala jiwa
Untuk berkobar gila menerima tantanganMu,
membalikkan nasib buruk menjadi bahagia

Mereka yang berlimpah harta,
Mereka yang lata dikaki lima,
Mereka yang kuasa di atas menara
Bahkan mereka yang masih memanggul senjata
Menyabung nyawa untuk kebenaran
Semua kini menunggu di depan pintu
Menyanyikan lagu yang paling merdu

Datanglah tahun 2000
Mendarat di pangkuan kami, usap seluruh liku bumi
Dunia tak kiamat selama manusia tak sesat
Manusia tak lumat selama jiwanya sehat
Tahun Baru adalah dunia lama dengan kesadaran baru
Tahun baru adalah tantangan baru dengan manusia membaja

PARADE DAN DISKO



27 Desember 1989

dipentaskan pertama kali di DUFAN ANCOL
untuk menyambut  1990, oleh TEATER MANDIRI.

Contoh Naskah Drama

Bunga Itu

Babak 1
Di Kantin
Jodi        : “Waktu berjalan begitu cepat. Hingga tak terasa kita telah bersama menerjang tahun demi tahun. Aku selalu mengingat itu semua, selalu..” (berbicara seolah ada lawan bicara)
Jodi melewati tempat duduk Kania dan dua orang temannya.
Kania      : “Waw..” (Tanpa sadar kedua bola mata Kania mengikuti arah Jodi pergi)
Amel      : “Ka..Ka ! Ngeliatin siapa woy ?”
Kania      : (Tersadar) “Eh, iya haha bener ya !”
Tami       : “Bener apanya sih? Tuh kan gak nyambung !”
Kania      : “Siapa yang gak nyambung? Si Amel ya ! Haha dia emang ga nyambung tuh orangnya !
Amel      : “Euhh… makin ngawur aja tuh ! Kamu tuh yang gak nyambung Ka !”
Kania      : “Aku ? Gak nyambung ? Ah masa sih ?”
Amel      : “Iya kamu, barusan tuh kita lagi ngobrol, tapi pas Kakak itu lewat kamu jadi ga konsen, kaya yang terpesona gitu. Kenapa sih ?”
Tami       : “Bentar Mel, Kania pasti lagi naksir Kakak yang lewat tadi ! Iyakan iya dong bener kan bener dong ?”
Amel      : “Iya bener juga Tam. Kamu pasti naksir Kakak itu ya Ka? Cerita dong, biasanya ada masalah sedikit aja kamu cerita, ko sekarang enggak sih Ka?”
Kania      : “Udah deh udah, jangan mulai ah! Makin lama omongan kalian makin ngelantur aja nih, udah dong jangan bikin gossip terus!”
Tami       : “Yeee, siapa juga yang bikin gossip? Itu fakta tau! Kalau misalkan kamu gak naksir kakak-kakak yang tadi, ngapain juga kamu melongo, bengong kaya terpesona gitu? Gak mungkin kan kalau Cuma iseng atau gak sengaja. Boong banget tau alesannya!
Amel      : “Terus waktu kita-kita lagi ngobrol kamu malah bengong, aku yakin banget kalau kamu langi melamun!”
Kania      : “Aduh kalian ini kenapa sih? Aku gak kenapa-napa kok, mungkin hanya melamun sedikit itupun bukan karena kakak yang lewat tadi!”
Tami       : “Kalaus gitu kamu mikirin siapa? Enggak mungkin kan mikirin arwah cewek gentayangan?”
Kania      : “Aku? Mikirin Siapa? Kalian gak usah tahu deh!” (Berlalu pergi)
Amel      : “Eh ka tunggu dong! Kamu jangan marah dong! Hey!” (Berdiri berniat mengejar Kania)
Tami       : (menahan Amel) “Udahlah nanti kita omongin baik-baik sama dia”

Babak 2
            Kania mengikuti arah Jodi pergi. Dan sampailah mereka di sebuah kelas.Kania melihat Jodi dari sela-sela jendela
Kania      : (Berbicara sendiri) “Oh.. ternyata ini kelasnya, gak jauh ya dari kelas aku” (Tersenyum)
Jodi        : (Berbicara sendiri) “Termakasih telah ada untukku selama ini. Kepergianmu hanya untuk orang lain, tapi tidak untukku.” (Meletakkan sebuah bunga)
Kania      : (Berbicara sendiri) “Yahh, ini bukan kelasnya . Dia sudah punya pacar. Siapa ya pacarnya? Enak banget dibawain bunga. Huh . Tapi… aku masih punya banyak kesempatan untuk dapatkan cinta Kakak ini” (menyeringai)
               Tanpa disadari oleh Kania, Aulia dan Dimas sudah ada dibelakangnya.
Dimas     : (Menepuk,mengagetkan Kania) “Hey, kamu siapa? Temannya Jodi?”
Kania      : (Menoleh, wajah terkejut) “Oh, maaf Ka a..aku Cuma kebetulan lewat aja di depan kelas Ka, eh siapa tadi namanya?”
Aulia      : “Jodi, oh Cuma kebetulan ya”
Kania      : “Eh iya Kak Jodi, iya . Eh maaf ya Kak aku buru-buru. Permisi kak !” (Berlari)
Aulia      : “Hey tunggu, ini bukan kelas kita kok !”
               Jodi kaget, dan langsung menghampiri mereka
Jodi        : “Kalian?” (Wajah heran)
Aulia      : “Eh Jodi..”
Jodi        : “Kalian sedang apa disini?”
Dimas     : “Yang pasti kita mau ketemu kamu lah Jod”
Aulia      : “Iya,pake nanya segala lagi biasanya juga gitu kan?”
Jodi        : “Oh, biasanya kan kalian langsung masuk, kenapa sekarang pake teriak-teriak segala?”
Dimas     : “Ah enggak ko, tadi kita teriak sama temen kita yang ada di seberang aja kok! Iya kan Ul?”
Aulia      : “Iya, lagi pula kita mau langsung masuk kok, tapi kamu keluar duluan”
Jodi        : “Oh, gitu ya. Terus sekarang kalian mau kemana?”
Dimas     : “Rencananya kita mau ngajak kamu makan, udah lama rasanya kita gak ngobrol-ngobrol bareng”
Aulia      : “Iya bener, mungkin karena kita beda kelas kali ya, kita jadi jarang bareng lagi. Dan kayaknya semenjak kejadian itu, aku jarang lihat kamu senyum lagi Jod, nah itu sebabnya kita mau ngajak kamu makan bareng , sekalian nostalgia”
Jodi        : “Kamu salah Ul, aku masih tetap bersama senyumku. Senyum yang tidak pernah kalian lihat. Kalian tidak akan pernah tahu apa yang aku rasakan. Karena senyumku ini, senyum kepuasana karena bisa selalu bersama dia selamanya”
Dimas     : “Ayolah Jodi, ini bukan kamu yang dulu. Terlarut dalam suatu suasana dengan sangat lama seperti ini tidak bagus, mending kamu ikut kita deh Jod!”
Jodi        : “Maaf ya aku gak bisa, kasian kalau ada yang nunggu!” (berlalu meninggalkan Aulia dan Dimas)
Aulia      : (Melirik kea rah Dimas) “Kenapa sih dia? Aku ingin Jodi yang dulu”
Dimas     : “Aku juga heran, kenapa dia sulit sekali melupakan Dinda. Jadi gak nih kita makannya?”
Aulia      : “Ah males Mas kalo gak sama Jodi!”
Dimas     : “Loh, ko kamu malah jadi ikut-ikutan males sih? Tadi aja paling semangat!”
Aulia      : “Gak tau lah ! Males nih!”
Dimas     : “ Ya udah kalau kamu males.”
Aulia      : “Eh, mending kita ngambil bunga aja yu? Udah waktunya nih!”
Dimas     : “Iya juga yaa, udah waktunya nih. Udah setahun ya kita bolak-balik ngambilin bunga dikelas ini cuman buat nutupin kelakuan temen kita. Entah udah ada berapa puluh ribu bunga yang udah kita buang”
Aulia      : “Gak apa-apa lah Mas, toh ini juga buat kebaikan Jodi sama Dinda kan? Kamu mau semua orang tahu tentang masalah ini?”
Dimas     : “Iya sih, kalau kita gak gini mungkin Jodi udah disangka aneh kali ya nyimpen bunga tiap hari Cuma buat orang yang gak ada?”
Aulia      : “Dia emang gak pernah lupain Dinda”
Dimas     : “Apa boleh buat, mereka emang gak pernah bisa dilupain”
Aulia      : “ Demi sahabat kita, Jodi dan Dinda (mengambil bunga)”
Dimas     : “Udah ? Pulang yuk !”
Aulia      : “Ayooo !”
Diperjalanan mereka bertemu dengan Jodi
Dimas     : “Jodi, hey habis darimana kamu?”
Jodi        : “Eh Aul, Dimas. Habis beli makanan nih. Aku lapar. Hehe”
Aulia      : “Oh, kenapa gak sms kita? Kita kan bisa makan bareng, kaya dulu ( menunduk lesu)”
Dimas     : “Udah deh jangan mulai !”
Aulia      : “Maaf”
Jodi        : “Eh ke rumah aku yuk ? kebetulan gak ada siapa-siapa!”
Dimas     : “Ayo Ul, dari pada sedih terus !”
Aulia      : “Boleh deh…”
Akhirnya mereka pergi ke rumah Jodi. Sesampainya disana
Aulia      : “Rumahnya sepi jod”
Jodi        : “Iya kan tadi aku bilang, disini gak ada siapa-siapa”
Aulia      : “Eh, ternyata masih ada” (melihat ke sudut ruangan, tepatnya kearah foto Dinda)
Dimas     : “Apa?”
Aulia      : “Aku kangen Dinda, dulu kita sering menghabiskan waktu disini” (memegang foto)
Ingatan Aul, Jodi, dan Dimas melayang ke masa lalu mereka
Dalam ingatan mereka…
Aulia      : “ Cieee, yang masang foto pacarnya!”
Dinda     : “Ih ada foto aku disini? Malu tauuuuuu” (tersipu)
Dimas     : “Gak apa-apa lah Din. Kan baru jadian . hhaha
Jodi        : “Hehe, gak masalah kan Din?”
Dinda     : “Iya, gak masalah ko Jodi J  Oiya, mamah sama papah kemana?”
Jodi        : “Lagi ke rumah Om, lagi ada acara keluarga katanya”
Dinda     : “Loh kamu ko gak ikut?”
Jodi        : “Malas ah, mendingan sama kamu disini!”
Dinda     : “Wuuu dasar, mulai lagi deh !”
Aulia      : “Eheemmm, wooy kerjain dong tugasnya jangan pacaran mulu dong!”
Dinda     : “Hhehe, iya maaf, ini aku kerjain kok!”
Dimas     : “Aul, laper gak ?”
Aulia      : “Laper banget Mas ! ”
Dimas     : “Beli makanan yuk!” (Memberi isyarat dengan mengedipkan mata)
Aulia      : “Ayoo ! Tau aja nih, aku lagi laper” (Membalas kedipan matanya tanda mengerti)
Dimas     : “Eh kita beli makan dulu ya ! Kalian mau dibeliin apa?”
Dinda     : “Terserah deh, yang penting gratis !”
Aulia      : “Pasti ! Kan ditraktir Dimas ! Iya gak Mas ? Hhehe
Dimas     : “Berisik ah Aul ! Ayo cepet !”
Aulia      : “Iya..iya !”
Aulia dan Dimas pun pergi
Dinda     : “Jodi, kamu tau gak umur kamu sampai kapan?” (menerawang ke langit-langit rumah)
Jodi        : “Ya enggak lah Din, semua orang gak akan tau sampai kapan mereka hidup di dunia ini” (Menatap Dinda)
Dinda     : “Tapi, Ko aku bisa tau yah?”
Jodi        : “Maksudnya? “
Dinda     : “Ah enggak ko, kamu takut mati gak ?”
Jodi        : “Dinda kamu kenapa sih ? Kok ngomongnya aneh-aneh gitu sih?”
Dinda     : “Ah enggak ko, aku Cuma takut aja. Aku takut ninggalin kalian. Terutama kamu Jod. Sejak mamah sama papah aku berpisah, kalian udah kaya saudara buat aku. Kalian segalanya buat aku.
Jodi        : “Jangan ngomong gitu ah, kita gak akan pernah bisa dipisahin ko Din !” (Tersenyum melihat Dinda)
Dinda     : “Walaupun aku gak ada ?”
Jodi        : “Ya, walaupun aku atau kamu udah gak ada !”
Dinda     : “Janji?”
Jodi        : “Ya Janji!”
Babak 3
Di sekolah, sepulang sekolah Amel dan Tami kembali memperbincngkan kakak-kakak cowok yang di kantin ke Kania.
Amel   : “Kania, sendiri aja.”
Kania   : “Iya dong. Kan aku disuruh kalian nungguin di tempat ini sendirian.”
Tami    : “Oh iya ya… Ka, kemarin kamu pergi kemana sih? Langsung kabur aja. Kamu marah ya sama kita?”
Amel   : “Kalau kamu marah, maafin kita yaa. Kita cuman pingin tahu aja kok. Kita pingin kamu terbuka ke kita. Siapa tahu kita bisa bantu yang kamu inginkan”
Kania   : “Enggak kok, aku enggak marah ke kalian sama sekali. Kemarin aku pergi karena males aja dengerin penyakit cerewet kalian kambuh. (senyum kecil)”
Tami    : “Ada satu yang enggak ke jawab (bicara cepat). Kemarin kamu pergi kemana. Kita susul kamu ke kelas kok enggak ada?”
Kania   : (Memalingkan pandangan, wajah berpikir keras)
Amel   : (Bicara tiba-tiba, mengagetkan) “Ahha.., jagan-jangan kamu ngebuntutin kakak-kakak cowok yang di kantin itu kan?”
Kania   : “Enak aja ngomong kakak-kakak cowok. Dia punya nama tahu, namanya Jodi”
Tami    : “Ah, tuh kan mel dia sampai tahu namanya gitu. Pasti di ngebuntutin kakak-kakak cowok itu”
Kania   : “(Wajah sewot) Namanya Jodi….”
Amel   : “Eh bentar siapa tadi?”
Tami    : “Jodi mel. Jodii. Bener kan ka?”
Kania   : “Iyya.. Kenapa emang mel?”
Amel   : “Kayanya tadi pagi aku ngedenger nama itu deh. Dimana ya?”
Tami    : “Nama Jodi, tadi pagi mel pas kita lewat di depan mana ya, mm sktar ruang arsip gitu deh”
Kania   : (Nada kaget) “Dekat ruang arsip? Itu kan deket kelas Kak Jodi. Emang mereka bilang apa tentang Jodi.”
Amel   : “Oh iya mel, Kak Jodi gak normal katanya.”
Kania   : “Maksudnya?”
Tami    : “Tenang dulu ka, jangan cemas gitu. Dengerin aku dulu ya. Tadi pagi aku sama Amel lagi ngobrol deket ruang arsip sambil nungguin bel masuk, nah kita denger ada yang bilang bahwa dikelas mereka itu ada murid yang ga normal. Secara gitu ya, kita si pemburu gossip langsung aja pasang telinga. Intinya, temen mereka yang namanya Jodi itu adalah insan manusia yang gak normal, karena dia belum pernah terlihat tertarik terhadap perempuan.
Kania   : “Enggak! Gak mungkin !! Aku tahu Kak Jodi gak bakalan seperti itu”
Amel   : “Yee, emang kamu udah berapa tahun bareng sama dia.”
Kania   : “Ah, pookoknya enggak mungkin, aku punya buktinya kok.”
Tami    : “Apa?”
Kania   : (Matanya mengawasi keadaan sekitar,menarik kedua tangan temannya) “Kalian ikut aku kalau gitu, aku punya buktinya.”
            Sampai di kelas Kak Jodi.
Tami    : “Oh, ini ya kelasnya Kak Jodi.”
Kania   : “Sok tahu, ini kelas pacarnya. Kelasnya Kak Jodi kan dekat ruang arsip seperti yang kalian katakan”
Tami    : “Oh iya ya…”
Kania   : (Memberi aba-aba) “Ssstt.. Liat tuh, coba liat meja yang disana.”
Amel   : “Yang mana?”
Kania   : “Yang ada bunganya, Kak Jodi suka nyimpen bunga buat pacarnya tiap hari di situ. Kenapa bisa di bilang gak normal?”
Tami    : “Tetep gak percaya. Gimana kalau dilihat lebih dekat lagi (senyum kecil)”
Kania   : “Siapa takut ?” (Berjalan menghampiri meja,tangannnya berusaha menyentuh bunga)
Amel   : (Menepis tangan Kania) “Jangan Ka…, punya orang!”
Kania   : “Enggak akan aku bawa kok. Cuman mau nyium baunya aja”
Tami    : “Alesan ah, kalau mau nyium baunya kenpa harus di pegang. Padahal kalau gak dipegang juga bisa lhoo, liat niih” (membungkuk, hidungnya mendekati bunga lalu mengendusnya)
Kania   : “Massa?” (kukuh, akhirnya bunganya disentuh juga) oops, gak sengaja. Ooww, masih segar bunganya.
            Beberapa detik kemudian, Kania bergetar hebat.
Amel   : “Kania, kenapa Kania kenapa?”
Kania   : (Melirik ke arah Amel) “Enggak, gak papa kok. Udah yu, kita pulang, udah sore takutnya kita dicariin.”
            Kania, Amel dan Tami bergegas pulang meninggalkan kelas tersebut. Namun tanpa sepengetahuan teman-temannya, Kania memasukan bunga tersebut ke dalam tas nya. Entah apa yang ada dalam fikiran Kania.

Babak 4
            Karena Kania kelelahan, sesampainya di rumah Kania langsung tidur setelah mandi dan makan terlebih dahulu.
Kania   : (menguap) “Ngantuk banget. Mungkin karena aku pulangnya sore banget hari ini.” (berbaring terlentang).
            Ditengah tidurnya, Kania bermimpi. Mimpinya menceritakan:
Aulia   : “Pokoknya, tembok-tembok ini akan menjadi saksi bisu jalan kenangan pengalaman kita”
Dinda  : “Pengalaman kita dalam suka maupun duka yang kita lalui harus terus bersama dengan tembok-tembok ini, seiring berjalannya waktu”
Dimas  : “Seiring berjalannya waktu kita tak boleh berpisah mingiringi langkah waktu”
Jodi     : “Tapi, waktulah yang akan terus mengiringi langkah kita dalam menaungi hidup”
            Yeahhh, selamanya…

Babak 5
            Sesampainya disekolah,
Kania   : “ Aku mimpi…., aneh banget (terbata-bata)”
Amel   : “Apanya yang aneh, mimpi itu hal yang bisa kalau kita lagi tidur.”
Tami    : “ Ya bener, kalau misalkan kamu gak tidur, tapi mimpi. Itu baru aneh! Tapi, kamu mimpi saat kamu tidur kan?”
Kania   : “Ya iyalah Tami, Amel.. Aku mimpi saat aku tidur. Yang aneh itu, maksudnya isi mimpi itu”
Amel   : “Dikejar orang gila?”
Kania   : (Menggeleng)
Tami    : “Liat suster ngesot lari?”
Kania   : (Menggeleng) “Udah deh, penyakit sok tahu nya jangan di kambuhin sekarag, ini penting !! Super penting ! Pas malem, aku mimpiiin 4 orang” (Menoleh kearah Tami dan Amel)
Tami    : (Menunjuk dirinya, Kania, dan Amel)
Kania   : (Menggeleng) “Enggak, bukan kalian, aku belum selesai cerita! Satu orang mirip Kak Jodi, dua orang yang pernah aku temui tapi entah itu siapa aku masih berusaha keras mengingatnya dan yang paling membuat aku aneh super super aneh adalah satu cewek cantik yang tidak pernah samasekali aku melihatnya. Cewek itu benar-benar asing bagiku.”
Amel   : “Terus kita harus ngapain” (Melihat ke Tami)
Tami    : “Udah selesai nyeritanya? Menurut kamu itu super super aneh? Ooh”
Kania   : “Aduh kalian ini, harusnya kalian bertanya Kania, kenapa kamu bisa bermimpi seperti itu? Apa mungkin itu ada hubungannya dengan Kak Jodi?” (menirukan suara temannya). “Kenapa kalian berdua tak ada satupun yang bertanya seperti itu? Hah?”
Amel   : “Kenapa ya (wajah mikir)”
Tami    : “Oke deh ka, aku boleh nanya gak?”
Kania   : “Boleh, nanya apa?”
Tami    : “Kania, kenapa kamu bisa bermimpi seperti itu? Apa mungkin itu ada hubungannya dengan Kak Jodi?”
Kania   : “Sialan. Gak ada penasaran-penasarannya sedikit pun ya kalian tentang mimpi aku? Aku ke toilet dulu ya, kalian ke kelas duluan aja”
Amel dan Tami : “Okeee” (bergegas pergi)

Babak 6
Kania pergi ke toilet. Dan tiba-tiba terlihat bayangan seorang perempuan.
Dinda  : “Kania…”
Kania   : “Kamu siapa? Ko bisa tau nama aku ? ” (berusaha melihat siapa yang sedang berdiri membelakanginya tepat di hadapannya)
Dinda  : (tersenyum licik) “Kamu tahu gimana rasanya kehilangan?”
Kania   : (mengerutkan kening) “Maksudnya?”
Dinda  : “Apalagi orang yang pergi itu orang yang paling berharga dalam hidup kamu”
Kania   : “Maksudnya apa? Aku gak ngerti. Kamu siapa?”
Dinda  : “Kamu gak perlu tau siapa saya. Saya hanya ingin meminjam tubuhmu”
Kania   : “Apa?? Meminjam tubuhku?”
Dinda  : (pergi tanpa permisi..)
------
Di kelas…
Dinda alias Kania menghampiri mejanya.
Amel   : “Hey Kania…”
Dinda  : (Melirik Amel sebentar)
Amel   : “Kamu kenapa Ka?”
Dinda  : (Diam)
Amel   : “Eh.. ,malah pergi dia.. Aneh” (geleng-geleng kepala)
Dinda  : “Kamu tahu dimana bunga itu?”
Tami    : “Bunga? Bunga apa Ka?”
Dinda  : “Saya tau kalian juga terlibat”
Tami & Amel : (Mengerutkan dahi)
Tami    : “Bunga apa? Jangan ngayal dikasih bunga deh”
Dinda  : “Saya serius”
Amel   : “Sejak kapan kamu ngomong pake kata ‘Saya’?”
Dinda  : (melengos)
            Tanpa sepengetahuan Dinda, Tami dan Amel mengikuti Dinda.
            Tami dan Amel terkejut melihat Kania pingsan.
Amel   : “Ka, hey kamu kenapa?”
Kania   : (Sadar, namun dengan spontan nangis-nangis ga jelas) “Dinda… apa… kenapa…? tapi itu hak aku dinda kamu enggak bisa berbuat seperti itu ke aku… sampai kapanpun aku enggak akan menyerah aku akan tetap bertahan dengan keputusan aku….” (nangis) “Dinda jahat, hahahhhh hiiiiii Dindaaaaaaaaaaa Dindaaaaaaa” (nangis kesurupan)
                        Setelah sadar Kania keluar dari toilet , disana dia melihat bayangan 4 orang sahabat yang tidak ia kenal, tapi hanya dia sendiri yang melihat kejadian itu.
Kania   : “Ssstt, hey sini ngumpet ! Lihat deh mereka !”
Tami    : “Mereka siapa?”
Kania   : “ Ssttt”
            Tami dan Amel hanya diam menuruti apa kata Kania.
Aulia   : “Asik makan enak, nonton film terbaru, nonton konser, nonton bola….. Semuanya gratis tis tis…”
Dimas  : “Yang bener? Kenapa? Ada apa????”
Aulia   : “Iya kaan ada yang baru jadian.cieeeee”
Dimas  : “Hah ? Siapa yang jadian ? Ko aku ga dikasih tauu ?
Aulia   : “Itu tuh 2 sahabat kita ! Hhahha”
Dimas  : “Jodi sama Dinda ? Hah ? Masa ? Hahaha”
Aulia   : “Ih bener tau mas !”
Jodi dan Dinda datang menghampiri Dimas dan Aulia
Aulia   : “Cieee penganten baru ! Cikiciiww hhaha”
Dimas  : “Selamet ya, peje dong peje hhaha”
Jodi     : “Ah engga ko, ga ada apa-apa”
Dinda  : “Kalian apa sih?” (tersenyum sinis melihat Kania)
Tami    : “Kania ! Kamu lihat apa ?”
Amel   : “Hey, Ka ! Sadar dong ! Jangan bengong gitu Ka, Lihat apa sih ?”
Kania   : “Sutt, jangan berisik ! Sini ngumpet ! Kalian gak lihat mereka ?
Tami    : “Mereka ? Mereka siapa ? Dari tadi Cuma kita bertiga yang ada disini !”
Amel   : “Kania, kamu kenapa?”
Kania   : “Ehh aku aku lihat , kakak-kakak itu lagi. Aku ga tau kenapa. Tapi ada satu kakak yang ngeliatin aku sinis banget. Aku takut” (Hampir menangis)
Amel   : “Hah ? Mungkin itu cuma bayangan kamu Ka, udah jangan dipikirin. Sekarang kamu tenang yah (memeluk Kania)”
Kania   : “Tapi ini aneh Mel ! Aku berkali kali mimpi dan bayangin kaya gitu, udah ke 3 kalinya ! Aku takut ini ada hubungannya sama Kak Jodi”
Tami    : “Oh iya, mungkin kita harus cari tahu ! Nanti kalau kamu sembuh kita selidikin semuanya ya Ka. Sekarang kamu istirahat dulu deh, kamu masih sakit.” (tersenyum)
Kania   : “Makasih ya, kalian emang sahabat terbaik aku J” (berpelukan)
Sepulang Sekolah…
Tami    : “Eh Ka, ayo pulang !”
Kania   : “Kamu duluan aja deh, aku ada urusan sama Guru nih”
Tami    : “Yaudah deh Ka kita duluan ya J hati-hati”

Babak 8
            Di ruang guru Kania bertemu dengan orang yang tidak ia rencanakan sebelumnya.
Aulia & Dimas : (Bercengkrama)
Kania   : (Mengernyitkan dahi, berbelok arah ke arah Dimas dan Aulia) “Sepertinya itu kakak yang sering aku lihat. Aku pernah bertemu sebelumnya, tapi dimana? Terus kakak itu siapa ya?”
            Aulia dan Dimas yang sedang asik-asiknya bercengkrama menghentikan perbincangan mereka. Mereka berdua menoleh kearah Kania.
Kania   : “Sore kak, maaf gangggu. Euuu, kita pernah bertemu kan,. Se-be-lum-nya?”
Aulia   : “Kamu, euuu bentar bentar (wajah mikir) iya, pernah bertemu dimana ya?”
Dimas  : “Di depan kelas Jodi!!!!!!!!!” (Nada semangat dan spontan)
Aulia   : “Oohh, ya ya.. Aku ingat sekarang. Ngapain kamu nyamperin kita?”
Kania   : “Ehhm, maaf ya kak sebelumnya. Aku mau jujur tentang satu hal ke kakak berdua. Gak papa kan?”
Aulia   : “Oh tentu, silahkan. Emang ada apa?”
Kania   : “Sebenarnya, waktu kita bertemu di depan kelas Kak Jodi itu, aku memang lagi ngeliatin Kak Jodi.”
Dimas  : “Jadi…, dugaan aku waktu itu benar?”
Kania   : “Ya…, bisa di bilang seperti itu. Boleh nanya satu hal lagi?”
Aulia & Dimas : “Apaa?”
Kania   : “Sebenarnya, Kak Jodi itu orangnya seperti apa sih? Dia udah punya pacar ya? Romantis ya, suka bawain bunga tiap hari ke bangku pacarnya.”
(Aulia dan Dimas berpandangan heran)
Aulia   : “Sejauh itu kamu tahu Jodi? Pokoknya, kalau kamu mau tahu itu, kamu datang sekarang malam jam 10.10 di kelas 10.10”
Kania   : “Kenapa harus disana?”
Aulia   : “Pokoknya jangan banyak nanya. Kita tunggu!” (berdiri beranjak meninggalkan Kania, diikuti oleh Dimas)
Kania   : (Diam sesaat, lalu pergi mengikuti arah angin)

Babak 9
            Jarum pendek jam dinding menujuk tepat di anagka 10, begitu juga yang dilakukan oleh jarum panjang, ia berada tepat di angka 2.
Aulia   : (Masuk) “Malam, Dinda malam ini aku dan Dimas mau minjem tempat kenangan kamu. Kami enggak bermaksud ngeganggu kamu sama sekali. Nanti, kamu pasti akan tahu apa maksud dan tumuan kita datang ke tempat ini, maksih cantiik..”
Dimas  : (Diam melongo memandang apa yang sedang dilakukan ole haulia)
Setelah 10 menit berlalu, Kania tak kunjung datang, namun Dimas dan Aulia masih tetap mencoba sabar.
…
1 jam 10 menit waktu yang dihabiskan Aulia dan Dimas, kini kesabaran mereka habis. Merka berdua pergi meninggalkan tempat itu dengan wajah kecut.

Babak 10
            Sesampainya di sekolah, Kania tergesa-gesa mencari Dimas dan Aulia. Ia berniat meminta maaf karena kesalahnnya tadi malam.
 Bruuk…
Kania   : (Mendongak ke atas) “Kakak, alhamdulilah aku ketemu juga. Aku nyariin kakak dari tadi tahu.”
Aulia   : “ Haha,..” (nyengir kecut) “Pinter banget ya ngebohongnya.”
Kania   : “Bener kak, aku beneran nyari kakak. Kakak kemana aja?”
Dimas  : “Gak salah nanya gitu? Yang ada kita berdua yang nanyain kamu semalam kemana aja. Sebenarnya, kamu niat enggak sih untuk nyari tahu tentang Jodi?”
Aulia   : “Ah, kalau tahu kamu hanya akan membohongi kita, kita enggak bakalan datang. Satu jam lebih waktu terbuang karena untuk nungguin kamu.”
Kania   : “ Maaf kak, maaf… tadi malem aku ada urusuan yang sangat.. Sangat penting. Aku terlarut dalam masalah itu, hingga akhirnya aku sadar, aku punya janji sama kakak, tapi aku fikir itu terlambat.”
Aulia   : “Maaf! Lupa! Terlambat! Haaha” (senyum kecut) “ngebohongin kita lagi, mas,,!”
Dimas  : “Udah lah, apa salahnya kita maafin dia aja.”
Aulia   : “ Enggak akan pernah!!”
Kania   : “Lalu, apa yang harus aku lakukan agar semua kembali seperti bisaa?”
Aulia   : “Kamu, harus mengembalikan semua yang telah kamu ambil dari aku. Hanya itu, kembalikan semua itu, itu milik aku!
Kania   : “Mengembalikan?? Apaa ka?” (Plukk, bunga jatuh dari sakunya)
            Semua melirik kearah bunga..
Aulia   : (Melirik keji) “Aku enggak akan pernah memaafkan kamu.”



---TAMAT---